Di kaki langit aku menangis
aku menjadi dia
dia yang tidak lagi aku kenal

aku mengiba pada bumi
bumi yang rebah retak terhujam kekal
dalam sendunya dia meratap

arogansi dalam ketidakpedulianku
mengantarkanku kedalam kebimbangan

aku terhenyak
meniti separuh hidup yang terlewat
mengenang sejuta mimpi yang tenggelam
menghilang dibalik jahatnya kenyataan

aku ingin tertidur kembali
dan bermimpi seperti waktu itu
lagi..

Erh, lupain deh, gag ngerti arti tulisan diatas itu apa, jariku ngetik sendiri tanpa otakku berputar mengikuti. Malem ini pengin banget rasae nangis sampek puas. Etapi anehnya gag bisa, cuman nyesek aja (lol).

Nyerah, capek sama semuanya. Maintaining a spirit is getting a lot harder now. I don’t wanna give up, I won’t, but everything seems just too . . . hard.

Advertisements