Well, been long time.

Hm, ampir ga kesentuh nih blog. Tapi, apa yah, tiba-tiba aja kangen ngeblog lagi, curhat lagi. Udah ampir setahun tinggal di City Of Evil ini, well not much happening, the most noticeable is Levy (see my previous posts), but more or less, its worth the time spent. Oke, skip ceritanya, langsung ke pokok curhatan. Ah yeah, and for you all the melancholic hater, go away.

Well, start with life. Kerjaan makin gag jelas, entah gimana tapi bisa dibilang beberapa bulan terakhir makan gaji buta, cuman ngejagain server biar ga mati, ya emang digaji buat itu seh, tapi apa yah, no more challenge, abisnya semua jadi serba ga jelas, atasan yang seenak sendiri colok lepas karyawan dan cabut pasang jobtask, akhirnya mo belajar2 apa juga bingung, ruang gerak mulai terbatasi, dem. Particularly nganggur donk ? Enggak juga, sibuk total, cuman ya itu, yang dikerjain ga jelas. Sometimes I even told to work on something totally out of my expertise, not even an IT guy should played with. Well, no spirit, no fvckin spirit, not even to do a research, kinda of losing life purposes.

Tapi ada yang sedikit berbeda dengan pagi ini. Ceritanya, lagi planning siteflow sama database buat project PojokRS, nyasar kesana kemari gara-gara CodeIgniter trus sampek berakhir di thread Lowongan Pekerjaan yang ada di forum Kaskus Regional Surabaya, setelah baca-baca disana, akhirnya mendapat pencerahan.

No stopping in learning.

Yeap, meskipun kondisi sangat kritis disisi karir dan lovelife, tapi gak boleh kehilangan determinasi, ngeliat portfolio dan hasil kerja teman-teman seumuran, damn, ketinggalan jauh banget. And the worst is, I lost all portfolio I’ve been gathering these whole 6 years. Its okay though, emang rencana mo rebuild dari awal. Dan saya harap project PojokRS ini jadi project pertama untuk portfolio saya.

Impossible is nothing.

Sebuah quote yg paling sering saya gunakan untuk signature di forum-forum international yg saya ikuti. To think of it, when I was still working at Internet Cafe, that quote was a meaningful one. Tapi setelah dapet kerjaan ditempat lain, eh, malah jadi meaningless, karena banyak benturan-benturan yg ternyata saya tinggal pergi karena merasa “tidak mampu”. Parahnya, untuk beberapa hal malah menyombongkan diri dengan menganggap “udah mampu”. Padahal seharusnya pola pikir yang benar adalah “belum mampu” atau “kurang mampu”. Alhasil, stagnan sampai sekarang. Setahun kerja diluar kota juga tidak mendapat skill yang signifikan, malah beberapa skill ngilang entah kemana. Too abstract.

Stop waiting, stop staring, start now!

Banyak yang diagendakan, mulai dari ngatur finance flow, time management, learning curve. Tapi menunggu tidak akan menghasilkan apapun. Targetnya, bulan ini PojokRS harus selesai dengan nilai A++, langkah awal udah dilakukan, ngumpulin whitepaper, tutorial, source, IDE tools, bahkan ebook dan referensi yang dirasa perlu. Insomnity dijadikan side private project, along with the blog. I will not trying to rebuild the community, I want to make it private for now. Tapi bukan berarti forumnya tertutup untuk umum, bakalan tetep di UP kalo ready, tapi tidak akan di advertise, mungkin buat bugtracking project-project yang ada diotak. Terfikir buat bikin self-managed opensource project, tapi skill masih belum memungkinkan, padahal ide udah banyak T.T.

Ah, jadi PojokRS itu seperti membership management untuk penghuni Kaskus Regional Surabaya yang tervalidasi. Sekalian event tracking plus RSS logging. Will be built under CodeIgniter.

Oke, curcol dikit. Soal keluarga, saya merasa, jauh dari mereka untuk saat ini, secara jarak, dan batin. Saya akui jarang menghubungi mereka, apalagi sejak ayah tiri saya nikah lagi, dengan jarak yang cuma beberapa bulan setelah sepeninggalan almarhumah ibu, well its not like my rights to say “don’t”, its just, entahlah, terbesit kekecewaan meskipun secuil. Yang saya khawatirkan cuman adik saya yang mulai masuk sekolah menengah atas tahun ini, dan seperti yang dia impikan waktu masih SMP dulu, dia diterima di SMK Negeri dengan jurusan Otomotif (or so, lupa nama jurusan pastinya). No wonder, nilai UAN nya cukup memuaskan.

Soal kerjaan, as I stated above, kerjaan lagi kritis, perusahaan lagi terancam bubar. Kalau selamat, ya Alhamdulillah. Kalok endak, ya pulang ke Surabaya. Semoga saja selamat, karena saya sendiri juga akan mendukung penuh atas survivability perusahaan ini.

Lastly, lovelife, well, Cuw masih se-egois dan se-childish dulu. Not much different, her negative aura still the best out there. Aq sih berharap dia bisa kerjasama dan ga sering uring-uringan lagi, berharap dia lebih bisa bersikap dewasa menyikapi keadaan yang sekarang. Soalnya kalo udah uring-uringan, serumah pasti denger. Padahal waktu aq pulang ke Surabaya dan nyempetin berkunjung ke rumahnya, bapaknya terlihat cukup antipati, well, gak nyalahin juga seh, she’s coming from pretty stable mid-high financial family. Her father questioning about my wealth, salary, family, work, and future plain is kinda, normal. But I can see his awareness and dislikes towards me. Entahlah mungkin juga cuma “facing-father-in-law-candidates”-syndrome. Its not like I’m just playing around, I’m serious. But well, jodoh udah ada yang ngatur.

Tiba-tiba aja kangen temen-temen lama, kangen nongkrong di trotoar Taman Apsari sambil nyanyi-nyanyi gak jelas, kangen begadang dan becanda di KOS (markas ID-Anime) sepulang nonton bareng, well, bisa dibilang selama diJakarta ini, gak kemana-mana, gak tahu jalan, gak ada kendaraan atopun budget buat jalan2 juga, jadi practically masih asing meskipun udah ampir setahun.

Somehow I feel rather lonely. Emang bener seh, makin nambah tua, makin kita harus strugling sendiri, losing what we once have, one by one. Trying to enjoy what I have aja deh, yang penting semangat! For the sake of those I left behind, those who put their faith on me, and for my own future..

Advertisements