Ketika malam bersenandung
Dalam diamnya ceritakan pada dunia
Dalam heningnya singkap semua noda
Tentang bulan dan kebodohannya
Tentang bulan dan ketidakpatutannya untuk matahari
Apakah matahari akan menangis?
dan membenci bulan?
lalu berhenti berikan sinarnya?
Dan ketika malam bersenandung
Bulan akan menangis
Dalam gelapnya sendiri
Karena bagi bulan
Hanya matahari
yang dapat membuatnya bercahaya kembali
Karena bagi bulan
Hanya matahari
Satu-satunya alasan dia ada
Dan ketika malam bersenandung
Bulan akan tetap menanti

ERh.. itu tadi apa ya? sepenggal kisah tentang bulan dan matahari. Matahari yang begitu sempurna di mata Bulan, yang bahkan membuatnya bercahaya dimalam hari. Dan bulan yang hidup dalam kegelapannya, bulan yang tidak sempurna, bulan yang selalu mencari matahari untuk bisa bertahan. Bulan yang sepertinya tidak layak menemani matahari. Bulan yang hanya bisa berharap dan bermimpi.

Ya ya ya.. dan saia semakin error dan careless terhadap diri saia sendiri (Gpp toh, asal gak nyusahin orang lain ^^;). Semangkuk rujak manis menemani saia siang ini. Saia kehilangan rasa lapar lagi. Kemaren makan cuman sekali. Keknya besok puasa aja deh, daripada saia ndak makan dan hanya menghisap asap tanpa ada manfaatnya (siyal, sumpah buang” duit, I have to quit smoking, someday).

Kemaren diprotes ama temen, “fath, postingan kamu akhir-akhir ini kok menyedihkan sekali? sebegitu menyedihkannya ya dirimu?” Erh.. I don’t know, don’t ask me about that. Hahaha.. saia sedang gak jelas mode. I laugh myself for being such a weaklings ^ ^;. Elagian ini blog siapa, protes aja. Sono loe bikin blog sendiri!

Etothink of it, diIndonesia ada gak yah, jasa semacam stress management gitu? keknya klo ada jasa kek gitu didaerah metropolitan yang padet bakalan rame deh. Hahahaha.. no no, that doesn’t mean I need one of those services. I enjoy this pain and punishment ^^. Dan saia belajar banyak dari hal-hal ini.

Advertisements