Semalem gak bisa bubu’. Apa mungkin karena laper? nggak juga, kemaren dah makan malem sekali (yang berarti 3 kali makan dalam 4 hari, OMG, I’m counting it!). Dan saia tidak merasa lapar sama sekali. Padahal udah ngantuk banget. But my feeling and my mind just won’t let me sleep that easily. Akhirnya sekitar jam 4 aq tertidur.

Tidur yang gak tenang diawali jutaan pikiran yang menekan. And voila!! I got a nightmare. A very bad one. And yes, you right, its about her again. Again?!? Yup.. again, jadi memang bukan pertamakalinya dalam 3 minggu terakhir. Tapi bisa dibilang, this is the worse ever. Itu kenapa mimpi semalem tadi pagi bener-bener ganggu otak dan pikiranku.

Begitu tersentak bangun,  the first thing on my mind is to call her right away. Cold conversation. For a few seconds, I feel like my nightmare is real. But somehow, her voices make me feel warmer. Meskipun cuman beberapa detik dengerin suaranya aja dah cukup melegakan.

Okay, okay…!! saia mengaku.. !! saia gak terlalu lega. Still worried about her so much.

Sebungkus rokok yang baru dibeli semalem pun sekarang tinggal 2 batang. WHAT?!? yeah, I’m a smoker now, not actually a smoker, but I’m smoking, so yeah.. you know what I mean. Benda yang paling kubenci, kuhujat, dan kuhindari selama 20 tahun terakhir itu akhirnya menginvasiku juga. Sejak kapan?!? Gak tahu pastinya, yang jelas, aq mulai menyentuhnya sekitar seminggu yang lalu. And since then, looks like it always accompany me on my loneliness. Semoga ini gak jadi kebiasaan karena sejujurnya aq bukan seorang natural-born-smoker. Am I running away? Am I too naive? Am I heartless now?

Heartless.. mungkin careless lebih tepat. Aq jadi orang yang gak pedulian terhadap keadaanku sendiri.

Sabar…

Hmh.. thats right.. I have to be patient. On top of that, she’s fighting now, and I have to be ready whenever she needs me. So I have to be patient. All I need is waiting patiently.

Advertisements