Pagi ini, aku terbangun oleh sebuah tatapan tajam
Sebuah tatap penuh harap, sebuah tatap penuh tanda tanya
Dari sekelumit text di layar HP ku
Tersadar dari mimpi yang membuatku tertidur
Sesosok kegalauan perlahan duduk diujung tempat tidurku
Dan aku masih belum beranjak darinya

Aliran darahku berjalan lambat
Denyut nadiku masih terasa
Dan detak dari dadaku masih terdengar perlahan
Tatapan itupun masih membuatku terdiam

Sebuah tanya terlintas
Belum sempat terjawab
Ribuan tanya lain mengikuti
Membuatku tersesat dalam jawaban

Butiran dingin menusuk sendi dan rusukku
Memaksaku beranjak dari tempatku terlelap
Dan dia.. galau itu…
.. mengikutiku perlahan
Langkah beratnya, memberatkan langkahku

Dari jendela, kulihat bunga itu lagi
Hanya setangkai, mungkin itulah yg mebuatnya indah
Tangkai itupun melambai perhalan diiringi sang angin
Tapi,.. ada yang berbeda pagi ini..

Tangkai itu, kini sendirian
Tak kulihat warna merah diujungnya
Hanya tersisa dua helai daun kering
Dan kelopak-kelopaknya yang menghitam
Seperti terbakar kesedihan

Dan kegalauan itu masih menemani lamunanku…

Advertisements